Dear ...
38 tahun silam,
Prosesnya mungkin dimulai dari tanggal 08, rasa sakit itu muncul mulai menyiksanya.
Seorang wanita sedang berjuang dengan mempertaruhkan nyawanya.
Keringat membanjiri sekujur tubuhnya.
Jeritan terkadang keluar dari mulutnya.
Berjuang dan terus berjuang...
Akhirnya, seorang bayi laki-laki lahir dari rahimnya.
Dan seketika, rasa sakit yang dirasakan, berganti senyuman.
Meskipun dia tahu,
Anak itu akan menyusahkan hari-harinya.
Tidur malamnya akan terganggu dengan tangisan anak itu.
Aktivitas siangnya akan terganggu, juga dengan tangisan anak itu.
Tapi engkau tetap tersenyum menjalani hari-harimu.
Kau mengajarkanku bicara.
Kau mengajarkanku berjalan.
Kau mengajarkanku segalanya.
Bayi itu tumbuh menjadi anak kecil,
Anak kecil itu tumbuh menjadi remaja,
Remaja itu tumbuh menjadi dewasa,
Tapi takdir Allah memanggilmu begitu cepat.
Anak itu belum bisa membahagiakanmu.
Anak itu belum bisa menjadi yang terbaik bagimu.
Anak itu belum mampu berpisah denganmu.
Terima kasih Mak.
Hanya do'a yang kini bisa ku persembahkan untukmu.
Semoga Allah memberikan Syurga-NYA kepadamu.
Amin.